Berhenti Menjadi Buih

Berhenti Jadi Buih

Berhenti Menjadi Buih

Siapa yang ingin menjadi buih??
Meskipun ia kelihatan besar
Sentiasa ada mengambang di permukaan
Namun di sebalik kebesaran rupa
Keberadaannya hampa makna
Begitulah perumpamaan Nabi kita
Bagi kita semua yang merasa bangga
Yang kaya dengan angka dan rupa
Tetapi miskin ilmu dan budi bahasa

Kita mungkin bangga dengan penampilan
Dengan tudung, kopiah dan sorban
Semua itu tiadalah ertinya jika akhlak runtuh
Fikiran rosak dan perangai angkuh
Dulu di zaman nenek dan moyang
Tudung tidaklah sepopular sekarang
Namun tiada kita temui
Anak bangsa yang membuang bayi

Kita juga bangga dengan bangunan yang tinggi
Kita pun berlumba-lumba mencakar langit tinggi
Meskipun hakikatnya kita pinjam semuanya
Dari sumber alam hingga sumber manusia
Sedikit kepakaran pun kita tak punya
Kita mungkin bangga dengan sambutan besar
Perhimpunan agung dan segala pujian
Untuk sesuatu yang akhirnya kan dilupakan
Oleh penduduk bumi apatah lagi yang di langit

Kita mungkin bangga dengan kereta mewah
Hasil memerah keringat siang dan malam
Harta benda itu ibarat daun-daunan
Pada mulanya tampak indah berseri
Tiba masanya ia kan musnah dan fani
Apalah guna harta berpeti-peti
Jika kelak kepadaNya kita kembali
Sebagai orang yang muflis dan dimurkai

Dr. Khalif Muammar
CASIS